Pengolahan Air Minum
Air adalah mineral yang paling dibutuhkan dimuka bumi. Air tersebar mulai dari bawah tanah permukaan tanah dan di atmosfir. Hal ini dapat dijelaskan dengan Siklus Hidrologi yaitu:
- Berpindahnya air dari tempat tinggi baik di muka tanah maupun di bawah tanah karena gravitasi sampai ke laut,
- Berubah bentuknya air dari cair menjadi uap ke atmosfir karena panas matahari,
- Berubah bentuknya uap air menjadi air hujan dan turun ke bumi.
Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air Minum umumnya menggunakan air permukaan sebagai air baku.
Air permukaan ketika mengalir dari hulunya di tempat tinggi ke laut melarutkan pencemar alamiah material padat, material organik, material anorganik, mikroorganisma. Selain pencemar alamiah air permukaan juga menerima beban pencemar dari domestik (rumah tangga) dan industri. Pencemar yang dapat merusak peralatan dan proses di WTP adalah plastik. Plastik dapat menurunkan kinerja dan merusak pompa.
Standar air minum tiap negara berbeda satu sama lain dar segi besarnya nilai batasan parameter pencemar. Batasan kualitas dibagi dalam 4 bagian yaitu parameter fisika, kimia, mikrobiologi dan zat radioaktif. Kekeruhan salah satu parameter fisika yang mempunyai batas 5 NTU menurut Permenkes RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010 Tahun 2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.
Penurunan kekeruhan air baku permukaan dapat dilakukan dengan tiga tahap tergantung distribusi ukuran partikel zat padat yang akan dipisahkan.
- Prasedimentasi: memisahkan partikel seukuran pasir secara gravitasi tanpa bahan kimia
- Sedimentasi: memisahkan zat padat berukuran kecil dengan penambahan bahan kimia
- Filtrasi: memisahkan zat padat berukuran sangat kecil
Pengoperasian WTP membutuhkan pemahaman proses pengolahan, sistem kerja peralatan, metoda pengendalian proses melalui pengoperasian. Operator yang baik dapat mengendalikan proses WTP bila terjadi perubahan parameter operasi.
Sistem yang baik adalah sistem yang handal, tetapi tanpa pengoperasian dan pemeliharaan yang teratur, benar dan disiplin maka sistem tersebut tidak dapat beroperasi optimal dan hasil proses tidak dapat diandalkan.